Sri Mulyani: Pemerintah Jaga Defisit APBN 2023 di Bawah 3 Persen

- Jumat, 2 Desember 2022 | 10:54 WIB
Menkeu Sri Mulyani, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Mendikbudristek Nadiem Makarim sebelum memberikan keterangan pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/12). Pemerintah jaga defisit APBN 2023 di bawah 3 persen. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
Menkeu Sri Mulyani, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Mendikbudristek Nadiem Makarim sebelum memberikan keterangan pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/12). Pemerintah jaga defisit APBN 2023 di bawah 3 persen. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

JAKARTA (ekbistangsel): Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023 berada di bawah 3 persen, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah telah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023.

“Defisit APBN tahun 2023 makin mengecil, yaitu sebesar Rp598,2 [triliun] atau 2,84 persen. Ini secara konsisten melaksanakan Perpu 1/2020 atau Undang-Undang 2/2020 yaitu konsolidasi fiskal di mana pada tahun 2023 defisit harus dijaga di bawah 3 persen dari GDP,” ujar Menkeu dalam keterangan pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (01/12).

Baca Juga: Nadiem Makarim Ungkap Alokasi APBN 2023 di Kemendikbudristek, Segini Jumlahnya

Menkeu menyampaikan pendapatan negara tahun 2023 ditargetkan sebesar Rp2.463 triliun yang berasal dari pemasukan perpajakan sebesar Rp2.021 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp441,4 triliun, dan hibah Rp0,4 triliun.

Sementara itu, belanja negara tahun 2023 mencapai Rp3.061,2 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.246,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp814,7 triliun.

“Untuk belanja negara, seperti tadi telah disampaikan oleh Bapak Presiden, fokusnya pada yang pertama dan paling penting adalah belanja untuk meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia),” ungkapnya.

Baca Juga: Menkeu : Tema APBN 2023 Optimis dan Tetap Waspada

Selain itu, kata Menkeu, belanja negara juga difokuskan pada penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur untuk mendukung transformasi ekonomi, dan pengembangan ekonomi hijau, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah juga terus memperluas, memperkuat, dan mereformasi jaring pengaman sosial dengan memperbaiki dan memperbarui data-data kemiskinan masyarakat rentan melalui Survei Register Ekonomi dan Sosial.

Halaman:

Editor: Afriyanto Sikumbang

Sumber: setkab.go.id

Tags

Terkini

BMKG: Minggu (5/2) Langit Jakarta Berawan

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:00 WIB

Prakiraan Cuaca Untuk DKI Jakarta Sabtu (4/2)

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:00 WIB

BMKG: Ini Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat (3/2)

Jumat, 3 Februari 2023 | 06:00 WIB

Rabu (1/2) Gempa Goyang Cianjur dan Wonosobo

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:38 WIB

Perusahaan Induk PLN Segera Lahir

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:00 WIB

Gempa Bumi Guncang Pinrang dan Jayapura

Selasa, 31 Januari 2023 | 23:06 WIB
X