Catatan Piala Dunia 2022: Awas Ada Maroko, 'Atlas Lion' Kian Ganas

- Jumat, 2 Desember 2022 | 15:06 WIB
Maroko sukses membungkam Belgia 2-0 dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2022 di Qatar. (Foto: Twitter)
Maroko sukses membungkam Belgia 2-0 dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2022 di Qatar. (Foto: Twitter)

JAKARTA - Maroko  lolos ke Babak 16 besar di Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dalam pengulangan pencapaian fantastis mereka di Meksiko 1986, setelah kemenangan 2-1 mereka atas Kanada membawa mereka ke tujuh poin dan puncak Grup F.

Atlas Lions tampil sangat baik di Rusia 2018, tetapi mereka tidak beruntung dalam hal hasil, kalah dari Iran dan Portugal dan bermain imbang 2-2 dengan Spanyol. Namun, kali ini, mereka membawa ramuan ajaib yang dibutuhkan untuk menambah poin pada penampilan positif.

Maroko bergabung dengan Senegal - lawan Inggris di babak 16 besar- di babak sistem gugur. Ini kedua kalinya, setelah Aljazair dan Nigeria pada 2014, dua tim Afrika lolos dari grup di turnamen yang sama.

Maroko di Piala Dunia

  • Maroko memuncaki Grup F untuk lolos ke Babak 16 Besar
  • Atlas Lions mengulang prestasi Meksiko 1986
  • Mereka akan menghadapi Spanyol, Jerman, Jepang atau Kosta Rika di babak selanjutnya

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Belgia dan Kanada Pulang, Kroasia Temani Maroko Ke babak 16 Besar

Menurut laporan di fifa.com, hanya tiga bulan sebelum Piala Dunia dimulai, Fouzi Lekjaa, Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko, memutuskan untuk menggantikan pelatih kepala Vahid Halilhodzic, meskipun sukses memimpin negara tersebut ke kualifikasi Qatar 2022. Penggantinya adalah Walid Maroko Reragui, yang telah meraih sukses besar di level klub.

Lekjaa membenarkan keputusannya dengan menunjukkan banyak masalah yang muncul antara Halilhodzic dan para pemainnya, termasuk pengecualian Abderrazak Hamdallah, Hakim Ziyech dan Noussair Mazraoui.

"Tim nasional tidak bisa mengecualikan Maroko bermain di level tertinggi di seluruh dunia, untuk alasan apapun,” Presiden mengumumkan. "Baik pemain maupun penggemar tidak memahami alasan untuk mengecualikan pemain yang telah menghabiskan enam atau tujuh tahun bersama tim nasional. Hubungan antara pemain dan staf pelatih diabaikan, begitu pula motivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. Itu harus menjadi fokus pelatih.”

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Portugal v Korea Selatan, Taegeuk Warriors Wajib Menang

Halaman:

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

X