Catatan Sepak Bola: Juara Dunia atau Tidak, Engga Usah Dipikirin

- Selasa, 24 Januari 2023 | 17:42 WIB
Sepak bola. ((Layar youtube))
Sepak bola. ((Layar youtube))

JAKARTA -- Beberapa hari lalu, saya bertemu seorang bapak tua. Usianya 78 tahun. Saat itu kami antre di apotik. Dia mengenakan kaos merah dengan logo garuda di dada kiri. "Wah, pendukung Timnas Indonesia..." Saya membuka percakapan.

Bapak itu tersenyum. "Baik buruk Timnas Indonesia, kita harus dukung, Mas." Saya pun mengangguk-anggukkan kepala. "Kalah atau menang, di sepak bola, hal biasa. Meskipun kalah lebih banyak..."

Baca Juga: Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari Masa ke Masa: Brasil Masih Memimpin

Dia bercerita tentang PSSI dari era Ketua Umum Bardasono (Ketua Umum PSSI 1975- 1977) hingga era Mocahamad Iriawan. "Saya selalu hadir setiap Timnas main di Senayan. Bahkan saat main di Stadion Menteng Jakarta..." Stadion Menteng kini sudah beralih fungsi menjadi taman.

Lalu, satu per satu, dia memnyebutkan nama pemain Timnas Indonesia hingga kini. Termasuk Jordi Amat, Marc Klock, Elkan Baggot. Lalu, dia membuka dompetnya dan mengambil foto jadul. Satu foro dirinya berdiri bersama Yacob Sihasaleh. Lalu dengan Anjas Asmara, dengan Iswadi Idris dan Ronny Pasla. Dia terlihat bangga. "Ini kiper hebat. Kita nyaris ke Olimpade...Sayang  saat posisi 5-4 untuk Korea Utara, algojo terakhir kita, Sueb Rizal, gagal..."

Dia mengakui usai laga itu dirinya juga tenggelam dalam kesedihan. Tapi tidak berlarut-larut. "Saya pikir, itulah sepak bola. Di atas langit, mash ada langit..." Bapak itu tersenyum menatap saya.

Baca Juga: Beberapa Catatan Setelah Usai Piala Dunia 2022

Bapak itu, mungkin, satu dari jutaan orang Indonesia yang mencintai sepak bola dan tim nasional negerinya. Terlepas dari hasil. "Jadikan  itu tontonan hiburan saja, Mas. Jangan terlalu serius. Juara dunia atau tidak, engga usah dipikirin. Mengalir saja...Piala Dunia itu hanya untuk Argentina, Jerman, Italia, Inggris, Prancis, Spanyol...Eropa  dan Amerika Selatan terutama Brasil, Argentina, Uruguay..." Mimiknya serius menatap saya. "Itu kata saya, loh..."

Namun, di negeri ini tidak banyak orang yang bisa berpikir seperti bapak itu. Bahkan, mungkin, bapak itu hanya minoritas. Selebihnya, selalu menaruh harapan: Tim nasional kita harus juara di setiap turnamen yang diikuti termasuk piala dunia. "Sedih, boleh. Tapi marah-marah karena tim kita kalah, engga usah," pesan bapak itu.

Halaman:

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

X