• Minggu, 25 September 2022

Ferdy Sambo Di Mata Kamaruddin Simanjuntak

- Rabu, 21 September 2022 | 10:05 WIB
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak. ((facebook Kamaruddin Simanjuntak))
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak. ((facebook Kamaruddin Simanjuntak))

 

JAKARTA (Ekbistangsel): Sosok Ferdy Sambo, yang katanya ditakuti oleh aparat kepolisian, di mata kuasa hukum almarhum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjutan, tak lebih dari seorang pengecut, banci.

"Jadi  Ferdy Sambo itu tidak layak jadi polisi,  dia bukan jenderal yang memiliki sikap kesatria," ujar Kamaruddin Simanjuntak di Jakarta. "Dia itu banci, banci. Kenapa? Dia menyeret begitu banyak polisi terlibat. Harusnya dia bersikap kesatria, bukan mengorbankan orang lain. Kasihan kan keluarga polisi yang lain."

Kemudian, kata Kamaruddin, Ferdy Sambo tidak  meminta maaf karena telah membunuh Brigadir Yosua.  "Dia  itu kan,  dalang rekayasa kematian mantan ajudannya tersebut."

Kamaruddin Hendra Simanjuntak, S.H. adalah seorang pengacara Indonesia. Ia dikenal pernah menangani kasus Wisma Atlet Hambalang dan kasus korupsi e-KTP, menjadi pengacara Muhammad Kece dalam kasus penistaan agama, dan menjadi pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam kasus pembunuhan Brigadir J. -Wikipedia-
 
"Dia tidak meminta maaf dan tidak menyesali perbuatannya membunuh. Dia terus menciptakan obstruction of justice dan alibi-alibi palsu."

Bahkan lebih dari itu, almarhum Yosua difitnah  memerkosa istrinya, padahal  tidak ada itu perkosaan. Dia bilang diperkosa mulai dari Duren Tiga, diperkosa tanggal 4 di Magelang, pindah ke tanggal 7. "Itu  sifat pengecut,  banci kaleng. Jadi Ferdy Sambo itu banci dan bukan kesatria," paparnya.

Karena itu, Kamaruddin mendukung keputusan majelis sidang kode etik dan profesi Polri (KKEP) untuk memecat  Ferdy Sambo dari dari keanggotaan Korps Bhayangkara RI. Di mana dia terlibat  pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. "Ferdy Sambo itu tidak layak jadi polisi, dan dia bukan jenderal yang memiliki sikap kesatria."

"Dia banci kaleng. Kasihan loh  keluarga polisi yang lain. Harusnya, sebagai jenderal, dia memiliki sikap kesatria, bukan mengorbankan orang lain."

Dia  dalang rekayasa kematian mantan ajudannya tersebut."Dia tidak meminta maaf dan tidak menyesali perbuatannya membunuh. Dia justru terus menciptakan obstruction of justice dan alibi-alibi palsu."

Dedi mengatakan, Polri hanya akan melakukan penyerahan berkas administrasi PTDH kepada Ferdy Sambo. "Itu telah mewakili bentuk seremonial pencopotan Sambo. Serahkan saja, sudah seremonial itu," ujarnya.

Majelis sidang kode etik dan profesi Polri (KKEP) telah menolak permohonan banding bekas Kadiv Propam Polri Ir en Ferdy Sambo atas sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Keputusan pemecatan itu disampaikan langsung oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto, selaku pimpinan sidang banding.

"Memutuskan permohonan banding dari pemohon banding FerdySambo Irjen Pol dengan nomor NRP 73020260 jabatan pati Yanma Polri."

Halaman:

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

Ukraina Temukan 436 Mayat Dalam Satu Kuburan di Izum

Sabtu, 24 September 2022 | 08:00 WIB

Bupati Bogor Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara

Sabtu, 24 September 2022 | 01:41 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Konsorsium 303

Jumat, 23 September 2022 | 20:58 WIB

30 Juta Akun Ukraina Dijual ke Rusia

Jumat, 23 September 2022 | 16:36 WIB

Rusia Bantah Ada Rencana Memobilisasi 1 Juta Orang

Jumat, 23 September 2022 | 07:00 WIB
X