• Minggu, 25 September 2022

Putin Tanda Tangani Dekrit 'Mobilisasi Parsial', 300.000 Tentara Cadangan Disiapkan

- Rabu, 21 September 2022 | 23:28 WIB
DONETSK, UKRAINA - 6 MARET Separatis pro-Rusia, berseragam tanpa lencana, terlihat di Donetsk yang dikuasai separatis pro-Rusia, Ukraina pada 6 Maret 2022.
DONETSK, UKRAINA - 6 MARET Separatis pro-Rusia, berseragam tanpa lencana, terlihat di Donetsk yang dikuasai separatis pro-Rusia, Ukraina pada 6 Maret 2022.

JAKARTA (Ekbistangsel):  Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (21/9/2022) menandatangani dekrit tentang "mobilisasi parsial", yang akan segera dimulai. Setelah itu Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengumumkan  300.000 tentara cadangan akan dikerahkan di Rusia.

Menurut dekrit tentang "mobilisasi parsial", penyisiran hanya akan mencakup warga negara yang berada di cadangan militer, terutama mereka yang pernah bertugas di angkatan bersenjata, setelah memperoleh spesialisasi akuntansi militer tertentu dan pengalaman yang relevan, kata Presiden Rusia, yang dikutip Defence Express.

Putin mengatakan  wajib militer akan menjalani pelatihan militer tambahan sebelum dikirim ke pangkalan mereka.

Baca Juga: Vladimir Putin yang Putus Asa Keluarkan Ancaman Nuklir

Dia juga menyatakan  Rusia akan mengakui hasil "referenda" tentang "aksesi ke Rusia", yang diputuskan untuk diadakan oleh para pemimpin "LPR/DPR" dan kolaborator lokal di wilayah Kherson dan Zaporizhia bulan ini.

Setelah itu Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengumumkan bahwa 300.000 tentara cadangan akan dikerahkan di Rusia. "Selama mobilisasi parsial, total 300.000 cadangan akan dipanggil," katanya, menambahkan bahwa wajib militer dan mahasiswa diduga tidak akan dimobilisasi.

"Rusia memiliki sumber daya mobilisasi yang sangat besar, hampir 25 juta orang, sedikit lebih dari 1% tunduk pada mobilisasi parsial," katanya.

Baca Juga: Ukraina Rebut Izyum dari Rusia, Presiden Ukraina Kibarkan Bendera

Seperti diberitakan, dalam serangan balasan Ukraina yang lebih lemah di timur Ukraina, para pemimpin dan kolaborator "LPR/DPR" di wilayah Kherson dan Zaporizhia yang dikuasai Rusia mengatakan mereka akan mengadakan "referenda", menjadwalkannya pada 23-27 September. 

Halaman:

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

Ukraina Temukan 436 Mayat Dalam Satu Kuburan di Izum

Sabtu, 24 September 2022 | 08:00 WIB

Bupati Bogor Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara

Sabtu, 24 September 2022 | 01:41 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Konsorsium 303

Jumat, 23 September 2022 | 20:58 WIB

30 Juta Akun Ukraina Dijual ke Rusia

Jumat, 23 September 2022 | 16:36 WIB

Rusia Bantah Ada Rencana Memobilisasi 1 Juta Orang

Jumat, 23 September 2022 | 07:00 WIB
X