• Sabtu, 24 September 2022

Kaum Muda Rusia Resah Karena Dekrit Mobilisasi Parsial Putin

- Kamis, 22 September 2022 | 14:49 WIB
Pendukung perang Vladimir Putin di Rusia adalah orang-orang yang berusia 50 tahun. ((Defence Express))
Pendukung perang Vladimir Putin di Rusia adalah orang-orang yang berusia 50 tahun. ((Defence Express))

JAKARTA (Ekbistangsel): Kaum muda memprotes, melarikan diri dari negara saat Vladimir Putin memerintahkan pemanggilan pasukan cadangan.

Warga pria Rusia berusaha melarikan diri dari negara itu dan lebih dari seribu orang telah ditahan dalam protes setelah Presiden Vladimir Putin memanggil ribuan pasukan tambahan untuk berperang di Ukraina. Rekaman yang beredar secara online menunjukkan kerumunan orang di Moskow berdiri di jalan bertepuk tangan dan berteriak: "Kirim Putin ke parit," serta polisi dengan keras menangkap pengunjuk rasa, kata laporan nzherald.co.nz.

Baca Juga: Putin Tanda Tangani Dekrit 'Mobilisasi Parsial', 300.000 Tentara Cadangan Disiapkan

Putin bersikeras ketika dia memerintahkan invasi bahwa hanya tentara profesional yang akan digunakan. Tapi kemarin, di tengah meningkatnya kerugian, dia mengatakan Rusia akan menyusun 300.000 cadangan.

Pengumuman itu menyebabkan kepanikan di kalangan pria, kebanyakan anak muda, yang takut dipanggil. Semua tiket pesawat ke tujuan bebas visa terjual habis dan harga penerbangan 50 menit ke Minsk, Belarusia, naik menjadi hampir $3000.

Baca Juga: Sidang Majelis Umum PBB: Saat Pidato, Joe Biden Cela Rusia dan Putin

Sergei Shoigu, menteri pertahanan, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa mobilisasi parsial pada awalnya akan mempengaruhi sebagian besar pemuda yang baru saja melakukan dinas militer.

Namun, dekrit yang ditandatangani oleh presiden Rusia itu tidak jelas, memicu kekhawatiran bahwa itu akan terbuka untuk interpretasi.

"Saya sudah cemas setidaknya selama sebulan - sekarang setelah itu terjadi, saya tidak tahu apakah saya bisa keluar atau tidak," Konstantin, seorang pengusaha TI berusia 38 tahun, mengatakan kepada The Daily Telegraph dari Moskow.

Halaman:

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

Ukraina Temukan 436 Mayat Dalam Satu Kuburan di Izum

Sabtu, 24 September 2022 | 08:00 WIB

Bupati Bogor Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara

Sabtu, 24 September 2022 | 01:41 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Konsorsium 303

Jumat, 23 September 2022 | 20:58 WIB

30 Juta Akun Ukraina Dijual ke Rusia

Jumat, 23 September 2022 | 16:36 WIB

Rusia Bantah Ada Rencana Memobilisasi 1 Juta Orang

Jumat, 23 September 2022 | 07:00 WIB
X