• Minggu, 25 September 2022

Aksi Protes di Rusia, 1.300 Pengunjuk Rasa Ditangkap

- Kamis, 22 September 2022 | 15:58 WIB
Prajurit Rusia (Foto ilustrasi dari sumber terbuka/Defence Express)
Prajurit Rusia (Foto ilustrasi dari sumber terbuka/Defence Express)

JAKARTA (Ekbistangsel): Dengan menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial di Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menyelesaikan satu masalah pun tetapi menciptakan prasyarat untuk selusin masalah baru.

Pendapat ini, menurut odessa-journal.com, diungkapkan oleh pengamat militer-politik dari kelompok Perlawanan Informasi Alexander Kovalenko.

"Setengah langkah dari impoten politik. Begitulah cara saya menggambarkan penandatanganan dekrit Putin tentang mobilisasi parsial di Rusia. Tentara Rusia sekarang berada dalam situasi kritis karena kurangnya kompensasi penuh atas kerugian yang dideritanya di Ukraina. Mobilisasi sukarelawan terselubung tidak membantu, para narapidana yang dikumpulkan di koloni pemasyarakatan, mereka juga tidak menyelesaikan masalah," kata Kovalenko.

Baca Juga: Kaum Muda Rusia Resah Karena Dekrit Mobilisasi Parsial Putin

"Pagi ini, Presiden Rusia mengumumkan mobilisasi parsial, bukan umum, di negara ini. Mobilisasi parsial, juga tidak akan menyelesaikan masalah tentara Rusia secara mutlak. Baik kuantitatif maupun profesional, tidak ada. Dan bahkan lebih, mereka akan menambahkan. Bagaimanapun, dengan satu atau lain cara, dan ini akan menjadi bentuk mobilisasi paksa. Dan di mana ada paksaan, selalu ada tempat untuk ketidaktaatan, ”tambah ahli itu.

Kovalenko memprediksi, laporan penolakan, pembelot, dan kerusuhan di tingkat unit atau bahkan unit militer secara bertahap akan muncul di feed berita media Rusia.

Ingatlah bahwa pada 21 September, Presiden Rusia Putin mengumumkan mobilisasi parsial di Rusia. Dalam pidatonya, dia juga mengancam seluruh dunia dengan senjata nuklir.

Baca Juga: Sidang Majelis Umum PBB: Saat Pidato, Joe Biden Cela Rusia dan Putin

Theguardian.com melaporkan pasukan keamanan menahan lebih dari 1.300 orang di Rusia pada Rabu dalam protes yang mengecam mobilisasi, kata sebuah kelompok hak asasi, beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan rancangan militer pertama Rusia sejak perang dunia kedua.

Halaman:

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

Ukraina Temukan 436 Mayat Dalam Satu Kuburan di Izum

Sabtu, 24 September 2022 | 08:00 WIB

Bupati Bogor Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara

Sabtu, 24 September 2022 | 01:41 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Konsorsium 303

Jumat, 23 September 2022 | 20:58 WIB

30 Juta Akun Ukraina Dijual ke Rusia

Jumat, 23 September 2022 | 16:36 WIB

Rusia Bantah Ada Rencana Memobilisasi 1 Juta Orang

Jumat, 23 September 2022 | 07:00 WIB
X