• Minggu, 4 Desember 2022

Isu Kudeta China: Dikendalikan Mantan Presiden Hu Jintao

- Sabtu, 24 September 2022 | 23:13 WIB
Hu Jintao dan Xi Jinping ((Layar Youtube))
Hu Jintao dan Xi Jinping ((Layar Youtube))

JAKARTA (Ekbistangsel): Isu kudeta terhadap Presiden China Xi Jinping hingga kini masih terus berlangsung dan belum ada konfirmasi dari pemerintah.

Menurut News Highland Vision, tulis opindia.com, mantan Presiden China Hu Jintao dan mantan Perdana Menteri China Wen Jiabao telah membujuk Song Ping, mantan anggota Komite Tetap Politbiro untuk mengambil kendali Biro Pengawal Pusat (the Central Guard Bureau/CGB) dari Jinping.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Dikudeta, Trendiing Topik Twitter

Central Guard Bureau adalah organisasi khusus yang bertanggung jawab atas perlindungan anggota senior partai termasuk Jinping, keluarga mereka, dan pejabat asing penting di Tiongkok. Setelah kontrol CGB diambil dari Jinping, Komite Tetap Politbiro menghapus otoritas militer Xi, diklaim.

Ketika Xi Jinping mengetahui tentang perkembangan tersebut, dia segera kembali ke Beijing, tetapi dia ditangkap di bandara pada 16 September dan dimasukkan ke dalam tahanan rumah di Zhongnanhai, menurut rumor tersebut.

Dewan Negara China, dan kantor Perdana Menteri China di antara kantor lainnya berlokasi di Zhongnanhai di Beijing. Juga dikatakan bahwa situasi saat ini di China sedang dikendalikan oleh mantan presiden Hu Jintao.

Baca Juga: Pemerintah Taiwan: Kami Tidak Akan Menyerah Pada Tekanan China

Untuk menambah bahan bakar rumor, sebuah video dibagikan secara luas di media sosial yang mengklaim bahwa itu menunjukkan kontingen besar Tentara Pembebasan Rakyat China berangkat ke Beijing, dan konvoi itu sepanjang 80 km.

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

Anwar Ibrahim Umumkan Kabinet, Ada Dua Wakil PM

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:58 WIB

Anwar Ibrahim 'Kesulitan' Bentuk Lineup Kabinet

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:07 WIB

Ferdy Sambo Akui Memberikan Keterangan Tidak Benar

Rabu, 30 November 2022 | 12:33 WIB

UMP Jawa Tengah 2023 Naik 8,01 Persen Jadi Rp1,958 Juta

Selasa, 29 November 2022 | 16:25 WIB
X