Rusia Kian Tertekan, Uni Eropa Siapkan Paket Sanksi ke-10

- Sabtu, 4 Februari 2023 | 21:32 WIB
Uni Eropa bersatu mendukung Ukraina a.l. peralatan tempur.   (Defence Express)
Uni Eropa bersatu mendukung Ukraina a.l. peralatan tempur. (Defence Express)

JAKARTA (EKBISTANGSEL) - Paket sanksi ke-10 UE terhadap Rusia 'dalam perjalanan' dan  dijadwalkan akan diberlakukan pada 24 Februari, kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Kepala Komisi Eropa pada hari Jumat (3/2/2023) mengumumkan  UE sedang mengerjakan paket sanksi ke-10 terhadap Rusia. "Paket ke-10 sedang dalam perjalanan. Kami memiliki tujuan untuk memilikinya pada tanggal 24 Februari," kata Ursula von der Leyen dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zeleskyy dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel, menyusul pertemuan puncak antara kedua belah pihak. Demikian isi laporan yenisafak.com.

Baca Juga: Uni Eropa Hukum Produsen Drone Iran

Mereka menekankan ekonomi Rusia telah "membayar harga tinggi" untuk perang di Ukraina berkat sanksi yang telah dikenakan Uni Eropa terhadap Moskow, von der Leyen mengatakan paket baru tersebut, direncanakan mulai berlaku pada 24 Februari, tepatnya setahun setelah perang dimulai, memiliki volume sekitar €10 miliar ($10,8 miliar).

"Ini paket besar lagi," katanya. “Rencananya adalah untuk fokus sekali lagi pada teknologi yang dapat dan tidak boleh digunakan oleh mesin perang Rusia. Dengan kata lain, kami melihat lebih dalam komponen yang ditemukan, misalnya, di drone untuk memastikan tidak ada ketersediaan untuk Rusia teknologi ini atau produksi drone, misalnya di Iran, yang kami tindak lanjuti dengan cermat."

Baca Juga: Hari Ke-293: Bantu Rusia, Uni Eropa dan Inggris Jatuhkan Sanksi Ke Iran

Von der Leyen mengatakan mereka juga membahas aksesi Ukraina ke UE selama KTT, menambahkan bahwa Kyiv "mengambil langkah penting dengan semua reformasi ke depan untuk memenuhi rekomendasi."

"Dan kami tidak boleh melupakan Anda (Ukraina) melakukan ini saat Anda berperang melawan agresor. Kami akan terus mendukung Anda di setiap langkah," katanya.

Dia mengatakan rincian jalur aksesi telah dibahas dan mengatakan  kemajuan Ukraina akan tercermin dalam laporan perluasan UE yang akan jatuh tempo pada musim gugur untuk negara-negara anggota.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan masa depan Ukraina "berada di dalam Uni Eropa." "Rakyat Ukraina telah membuat pilihan yang jelas untuk kebebasan demokrasi dan supremasi hukum. Dan kami juga membuat keputusan yang jelas, masa depan Anda bersama kami, di Uni Eropa kita bersama. Nasib Anda adalah takdir kami," kata Michel.

Menggarisbawahi bahwa dukungan UE untuk Kyiv telah "kokoh sejak hari pertama," dia mengatakan UE juga bertekad untuk membantu Ukraina "menang di medan perang".

Editor: Martin Sihombing

Tags

Terkini

3 Amalan yang Disunahkan pada Malam Nisfu Syaban

Selasa, 7 Maret 2023 | 14:35 WIB

Rahasia dan Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

Selasa, 7 Maret 2023 | 14:02 WIB

Terbukti bersalah, Ricky Rizal Divonis 13 Tahun Penjara

Selasa, 14 Februari 2023 | 21:28 WIB

14 Ungkapan Romantis untuk Ucapan Hari Valentine

Senin, 13 Februari 2023 | 11:24 WIB
X